GARUT, (PRLM ).- Sedikitnya tiga hutan di wilayah Kab. Garut rwan dilanda kebakaran sepanjang musim kemarau. Kebakaran dapat disebabkan faktor alam maupun kelalaian manusia. Hal itu diakui Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Garut, Edi Muharam, Selasa (1/9). "Lahan yang rawan dilanda kebakaran berada di kawasan hutan konservasi dan lindung," ujarnya.
Berita "PRLM" sebelumnya, kebakaran melanda kawasan Cagar Alam Kamojang Blok Rejeng Kamojang Timur Kab. Garut seluas 30-35 hektar, Senin (31/8). Penyebab kebakaran seluas puluhan hektar tersebut belum diketahui secara pasti, namun diduga akibat pembukaan lahan pada bagian tanah milik yang berbatasan langsung dengan blok tersebut dengan cara dibakar sehingga terjadi kebakaran .
Jenis pepohonan yang berada di kawasan tersebut berkisar pinus, kaliandra, saliara, alang-alang, dan semak belukar. Setelah berjuang selama kurang lebih tujuh jam mengatasi kebakaran , akhirnya, api yang melumatkan areal hutan seluas 35 ha tersebut bisa diatasi. Api dinyatakan padam pada pukul 16.30 WIB.
Tiga hutan diwaspadai rawan terjadi kebakaran yaitu kompleks hutan Gunung Guntur, Papandayan, Leuweung Sancang, dan beberapa daerah di wilayah wilayah Selatan. Luas daerah rawan itu mencapai sekitar 250 hektare.
Terjadinya kebakaran di Garut, lebih diakibatkan oleh suhu udara. Pada suhu 30-35 derajat, alang-alang kering mudah terbakar. "Oleh karena itu, untuk mengantisipasi semakin meluasnya kebakaran hutan, kami berupaya koordinasi dengan instansi terkait dan melakukan pengamanan hutan swakarsa bersama masyarakat sekitar hutan," katanya. (A-158/A-50)***